
Gorontalo, 29 Juli 2025 – Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar rapat koordinasi penting secara daring melalui platform Zoom. Pertemuan ini berfokus pada perencanaan instalasi jaringan internet di gedung baru Laboratorium Kemaritiman, sebuah fasilitas vital bagi Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP). Dipimpin langsung oleh Kepala UPA TIK, Dr. Mohamad Syafri Tuloli, ST.,MT, rapat ini bertujuan memastikan konektivitas yang andal demi menunjang kegiatan akademik dan riset di Lab Kemaritiman yang terdiri dari empat lantai.
Diskusi awal menyoroti tantangan signifikan terkait infrastruktur jaringan yang sudah ada di gedung tersebut. Tim Teknisi Infrastruktur dan Jaringan, Noldy, menjelaskan bahwa akses poin (AP) dan switch yang terpasang saat ini merupakan perangkat jenis CPE (Customer Premise Equipment), bukan dirancang untuk layanan akses langsung ke pengguna seperti laptop atau ponsel. Akibatnya, perangkat ini tidak kompatibel secara optimal dengan infrastruktur Ruckus yang menjadi standar UNG, sehingga menyulitkan proses monitoring dan pengaturan jaringan, serta menyebabkan performa yang menurun drastis hanya dengan beberapa pengguna saja.
Menanggapi urgensi kebutuhan konektivitas, tim teknis UPA TIK yang juga hadir dalam rapat, mengusulkan solusi instalasi jaringan berbasis GPON (Gigabit Passive Optical Network) sebagai langkah awal yang efektif dan efisien. Solusi ini dipilih karena kemampuannya menyediakan bandwidth tinggi dengan instalasi yang relatif lebih sederhana dibandingkan penambahan perangkat enterprise-grade secara menyeluruh, serta memungkinkan internet dibawa masuk ke dalam gedung menggunakan satu kabel serat optik utama. Kemudian, sinyal tersebut dapat didistribusikan ke setiap lantai melalui passive splitter.
Implementasi GPON ini memerlukan penyiapan infrastruktur fisik yang memadai. Tim mengidentifikasi kebutuhan penarikan kabel serat optik dari pos keamanan terdekat di Gedung Biro Administrasi Keuangan dan Perencanaan (BAKP) hingga ke dalam gedung Lab Kemaritiman. Di dalam gedung, diperlukan pembangunan interkoneksi antar lantai menggunakan kabel fiber armor 4 core dan pipa konduit, serta pemasangan Optical Termination Box (OTB) dengan konfigurasi 12 core di lantai dasar dan 4 core di setiap lantai lainnya, ditambah empat unit GPON untuk distribusi sinyal.
Aspek pembiayaan menjadi poin krusial dalam rapat ini, sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 58 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Gorontalo, yang menguraikan tugas UPA TIK dalam pengembangan dan pengelolaan jaringan. Dr. Mohamad Syafri Tuloli menegaskan bahwa UPA TIK bertanggung jawab atas tenaga instalasi, namun pengadaan alat dan bahan merupakan tanggung jawab unit atau fakultas pemilik gedung, dalam hal ini Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan.
Perbandingan antara solusi GPON dan opsi perangkat Ruckus R550 yang lebih mahal juga dibahas. Meskipun perangkat Ruckus menawarkan performa superior dengan perkiraan biaya mencapai 20 juta rupiah per unit, UPA TIK merekomendasikan pendekatan bertahap. Pemasangan GPON akan menjadi solusi sementara untuk memastikan konektivitas dasar terpenuhi, sambil mengumpulkan data keluhan pengguna yang nantinya akan menjadi dasar kuat untuk pengajuan anggaran pengadaan perangkat yang lebih mumpuni. Pendekatan ini memastikan investasi teknologi sesuai dengan kebutuhan nyata dan visi UNG menuju keunggulan digital.
Tantangan pendanaan instalasi baru ini bukanlah hal asing bagi UPA TIK, mengingat pengalaman serupa dalam berbagai proyek di lingkungan UNG. Dalam rapat koordinasi penanganan kendala sistem akademik dan ujian CBT UNG pada 3 Juli 2025, misalnya, sempat dibahas mengenai insiden teknis dan kebutuhan anggaran mendesak yang memerlukan mitigasi cepat, termasuk penambahan server Sangfor dan backup ke Nutanix. Diskusi dalam pertemuan ini juga menyinggung kendala pembiayaan untuk kebutuhan operasional teknisi di lapangan, seperti konsumsi, yang seharusnya ditanggung oleh unit penyelenggara kegiatan, bukan dari anggaran UPA TIK. Kondisi ini menekankan pentingnya sinergi anggaran dan koordinasi lintas unit untuk menjaga keberlangsungan layanan.
Menutup rapat, Dr. Mohamad Syafri Tuloli menegaskan komitmen UPA TIK untuk terus berkolaborasi dengan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan serta pihak terkait lainnya demi mewujudkan konektivitas internet yang optimal. Peningkatan infrastruktur jaringan ini merupakan langkah konkret UPA TIK dalam mendukung visi Universitas Negeri Gorontalo untuk menjadi "Leading University dalam Pengembangan Kebudayaan dan Inovasi Berbasis Potensi Regional di Kawasan Asia Tenggara", sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) UNG 2010-2035. Dengan terus berinovasi dan memastikan infrastruktur TIK yang handal, UNG optimis dapat melahirkan SDM unggul dan berdaya saing di era digital.
https://s.ung.ac.id/youtube_upttik_ung
https://s.ung.ac.id/IG_UPATIK_UNG
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk kegiatan Ujian Susulan Sertifikasi Kompetensi elevAIte
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk kegiatan Ujian Sertifikasi Kompetensi elevAIte
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk Pelaksanaan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Tahun 2025.
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk Seleksi Mandiri CBT Calon Mahasiswa Baru UNG 2025 Gelombang Kedua