
Gorontalo, 28 Juli 2025 – Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hari ini menggelar rapat koordinasi penting secara daring melalui platform Zoom. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPA TIK UNG, Dr. Mohamad Syafri Tuloli, ST.,MT, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta staf kunci UPA TIK, termasuk Kepala Bidang Infrastruktur Ihsanulfu'ad Suwandi, M.Pd, Kepala Bidang Perencanaan Huzaima Mas'ud, M.Pd, Teknisi Infrastruktur Noldy Pranaya S.I.Kom, serta Pengelola RBA UPA TIK Wahidin Usulu, S.Kom. Rapat ini berfokus pada evaluasi insiden teknis yang terjadi dan penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) untuk tahun 2026, sebagai langkah strategis dalam mendukung visi UNG menuju keunggulan digital.
Pembahasan diawali dengan penanganan insiden yang terjadi di lapangan, khususnya terkait putusnya kabel fiber optik yang menjadi tulang punggung konektivitas di lingkungan kampus. Tim teknis melaporkan adanya satu titik putus yang sedang ditangani, dan UPA TIK mengambil pendekatan komprehensif dengan mengumpulkan laporan dari berbagai titik gangguan lainnya agar perbaikan dapat dilakukan secara terpadu dan tidak parsial. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran layanan akademik dan administrasi, mengingat peran UPA TIK yang vital dalam pemeliharaan dan perbaikan jaringan.
Rapat juga menyoroti ketersediaan closure atau konektor kabel yang kritis, di mana stok terakhir telah habis terpakai untuk perbaikan di area depan Fakultas Teknik. Kekhawatiran muncul terkait kebutuhan closure untuk perbaikan di Kampus IV, khususnya di Jalan Piola Isa yang memerlukan setidaknya dua titik baru, meskipun area Tinaloga dilaporkan memiliki cadangan kabel yang memadai. Insiden terputusnya kabel juga terjadi di dalam kampus, seperti di area RKB Fakultas Teknik dan Psikologi, yang disebabkan oleh aktivitas pemotongan pohon oleh pihak PLN, menunjukkan tantangan eksternal yang perlu dikoordinasikan.
Antisipasi terhadap potensi gangguan di masa depan menjadi perhatian serius, terutama terkait proyek pelebaran jalan dan pemindahan tiang PLN yang berpotensi memutus kembali kabel optik yang menumpang pada tiang PLN. Mohamad Syafri Tuloli menekankan pentingnya koordinasi proaktif dengan PLN melalui Biro Rumah Tangga UNG untuk mengantisipasi masalah ini, mengingat beberapa kabel telah menumpang selama bertahun-tahun. Selain itu, masalah keamanan fisik infrastruktur juga dibahas, termasuk insiden pencurian kabel listrik di Kampus IV pada tahun 2020 dan hilangnya tiang jaringan di depan Indogrosir, menunjukkan kerentanan yang perlu diatasi.
Tantangan infrastruktur internal turut menjadi sorotan, seperti kondisi Precision Air Conditioning (PAC) di Data Center Kampus I yang mengalami kerusakan dan memicu kelembaban tinggi, berpotensi memicu pertumbuhan jamur pada perangkat keras server. Isu ini, bersama dengan kebutuhan Network Attached Storage (NAS) atau Storage Area Network (SAN) yang sangat mahal untuk backup dan storage data, menjadi kendala anggaran yang signifikan dan pernah disorot dalam Laporan Kinerja UPA TIK 2024. Untuk RBA 2025, UPA TIK berupaya melakukan revisi geser anggaran guna menanggulangi kebutuhan mendesak yang bersifat urgen dan tak terduga, seperti penambahan SFP dan closure.
Memasuki pembahasan RBA 2026, UPA TIK mengidentifikasi kebutuhan anggaran pemeliharaan yang signifikan, termasuk penggantian kabel fiber optik sepanjang 1 hingga 2 kilometer yang banyak mengalami bending atau putus di berbagai sambungan. Wahidin Usulu selaku Pengelola RBA UPA TIK menegaskan perlunya data yang kuat untuk melobi peningkatan pagu anggaran, karena pagu saat ini hanya sekitar 35% dialokasikan untuk infrastruktur, padahal banyak pekerjaan yang akan dan harus dilakukan. Selain itu, kebutuhan akan penambahan sumber daya manusia yang kompeten di bidang infrastruktur jaringan dan administrasi juga menjadi prioritas.
Aspek pengelolaan aset dan data juga menjadi perhatian, terutama terkait masalah inventarisasi yang belum optimal. UPA TIK menghadapi kendala data peralatan yang hilang atau tidak tercatat dengan baik, bahkan tidak ada berita acara serah terima yang lengkap dari pengelola sebelumnya, seperti kasus hilangnya akses poin outdoor di Fakultas Teknik dan 20 unit CCTV di Kampus IV. Huzaima Masud, Kepala Bidang Perencanaan, menawarkan dukungan untuk membantu pendataan infrastruktur menggunakan platform website yang dikembangkan oleh mahasiswa magang, serta mengusulkan pemanfaatan siswa PKL (Praktik Kerja Lapangan) dari jurusan TKJ dan RPL untuk membantu proses inventarisasi, sejalan dengan upaya UPA TIK dalam meningkatkan efektivitas program PKL.
Menutup rapat, Mohamad Syafri Tuloli menegaskan bahwa serangkaian insiden teknis yang terungkap, mulai dari putusnya kabel hingga tantangan kelembaban data center, menjadi landasan nyata bagi perumusan RBA 2026. Ia menekankan pentingnya data kuat sebagai modal untuk permohonan peningkatan pagu anggaran, guna memastikan pemeliharaan komprehensif dan penambahan SDM yang esensial. Di tengah upaya pembenahan inventarisasi dan koordinasi eksternal yang proaktif, UPA TIK tetap berpegang pada prinsip inovasi mandiri dan adaptabilitas. Langkah-langkah strategis ini bukan hanya mengatasi kerentanan, tetapi juga memperkuat ekosistem TIK UNG secara menyeluruh, demi mendukung visi "Leading University" di Asia Tenggara, melahirkan SDM unggul, dan mengawal cita-cita Visi Indonesia Digital 2045.
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk kegiatan Ujian Susulan Sertifikasi Kompetensi elevAIte
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk kegiatan Ujian Sertifikasi Kompetensi elevAIte
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk Pelaksanaan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Tahun 2025.
Penggunaan Laboratorium Komputer untuk Seleksi Mandiri CBT Calon Mahasiswa Baru UNG 2025 Gelombang Kedua